
Layla kembali kerumah bibinya ia masuk dan berjalan menuju ke kamarnya dibelakang, namun pas di depan kamarnya Marsa ia mendengar suara desahan kenikmatan.
‘’Aaahh, Mas nikmat banget, terus mas, ahh..aahh..aahh’’
Layla menghentikan langkahnya lalu mendekati pintu kamarnya Marsa, ia coba menempelkan telinganya pada daun pintu dan menajamkan pendengarannya.
‘’Rasanya aku mengenal suara laki-laki itu, tapi siapa?’’ Gumam Layla penasaran.
Layla memejamkan matanya saat suara laki-laki itu terdengar kembali bahkan semakin keras dan jelas.
‘’Kamu selalu membuatku bergairah Sa, kamu sudah membuatku candu’’ Kata Bruno yang terdengar lagi di telinganya Layla.
Layla tak sanggup membayangkannya, meskipun ia belum pernah melakukannya, tetapi Layla yakin apa yang sedang terjadi didalam kamar tersebut.